Kabar baik bagi pelaku industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pasokan gas bumi kini mulai mengalir melalui Proyek Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2, memberikan kepastian energi yang lebih stabil dan memudahkan perencanaan biaya produksi.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menegaskan proyek ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memperkuat fondasi energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Setelah dilakukan uji coba di setiap ruas, Alhamdulillah relatif aman, tidak ada kebocoran. Hari ini kita bisa lakukan seremoni gas-in untuk ruas Cisem 2,” ujar Yuliot saat peresmian di Batang.
Cisem Tahap 2 merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi, dengan memanfaatkan gas dari kawasan timur Indonesia, Andaman, hingga Natuna. Semua sumber ini diintegrasikan dalam satu sistem transmisi gas nasional.
“Integrasi ini mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan, dan kawasan komersial. Ketersediaan energi yang lebih baik akan mempercepat ekonomi daerah yang dilalui infrastruktur ini,” tambah Yuliot.
Proyek sepanjang 302 km dari Semarang ke Kandang Haur Timur di Cirebon kini resmi siap dialiri gas setelah lolos uji bebas kebocoran. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menyebut beberapa konsumen besar sudah siap memanfaatkan pasokan gas ini, termasuk Kilang Balongan dan Cikarang Listrindo Tbk.
Peresmian gas-in ini menandai selesainya tahap konstruksi Season 2, yang dimulai sejak First Welding oleh Menteri Bahlil Lahadalia pada 30 September 2024. Dengan selesainya Cisem 2 dan rencana pembangunan Pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem) dalam dua tahun ke depan, transmisi gas dari Sumatera ke Jawa diperkirakan akan terintegrasi penuh.
Integrasi ini tidak hanya mempermudah distribusi ke wilayah dengan permintaan tinggi seperti Jawa Barat dan Tengah, tetapi juga diharapkan meningkatkan konsumsi gas domestik dan mengurangi ekspor, dari porsi 65% saat ini menjadi lebih tinggi.
Dengan hadirnya Cisem 2, kawasan industri di Jawa kini punya “oksigen energi” baru yang bisa diandalkan untuk menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.




