Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, masyarakat tidak perlu khawatir soal pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Wakil Menteri ESDM, Yuliot, turun langsung ke Fuel Terminal PT Pertamina (Persero) Padalarang, untuk memastikan ketersediaan energi di wilayah Jawa Barat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari monitoring Posko Nasional Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2026, yang bertujuan menjamin ketersediaan energi, terutama bagi masyarakat yang melakukan mobilisasi dan wisata libur lebaran.
“Kita ingin memastikan seluruh sistem logistik BBM dan LPG bekerja dengan baik. Dari terminal sampai SPBU, semuanya harus siap melayani masyarakat,” ujar Yuliot usai meninjau fasilitas Pertamina.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menegaskan bahwa koordinasi antara Pertamina dan pemerintah telah berjalan lancar.
“Sejak 9 Maret, kami sudah aktifkan Ramadan Satgas, lalu terus berkoordinasi dengan Posko Kementerian ESDM. Sistem crosscheck antar-terminal dan antar-lokasi memastikan tidak ada kelangkaan. Jika ada, bisa langsung saling mengisi,” jelasnya.
Pertamina menyiagakan jaringan energi yang masif untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi:
- BBM: 1.620 SPBU & 439 Pertashop
- LPG: 2.331 Agen (2.093 PSO & 238 NPSO)
- SPBE: 206 unit (176 PSO & 30 NPSO)
- Agen Minyak Tanah: 2 unit (1 PSO & 1 NPSO)
Untuk Regional Jawa Bagian Barat, layanan energi ditingkatkan di jalur strategis seperti tol, jalur wisata, dan lintas utama:
- SPBU 24 jam: 427 unit
- Agen LPG Siaga: 2.180 unit
- Layanan BBM & Kiosk Pertamina Siaga: 18 titik
- Motorist/PDS BBM: 52 titik
- PDS Bright Gas: 563 agen
- Mobil tangki standby: 62 unit
- Serambi MyPertamina: 11 unit
Dengan kesiapan ini, pemerintah dan Pertamina memastikan masyarakat dapat mudik dan liburan tanpa khawatir kehabisan BBM atau LPG.
“Jelang Idulfitri, koordinasi dan kesiapan infrastruktur adalah kunci. Semua telah kami siapkan agar masyarakat nyaman dan aman,” tambah Yuliot.




