Di tengah gejolak geopolitik global dan meningkatnya kebutuhan energi bersih, Indonesia dan Jepang memperkuat kolaborasi strategis untuk masa depan energi kawasan Indo-Pasifik. Momentum ini terjadi dalam pertemuan bilateral antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa di sela Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM).
Pertemuan ini menandai penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) di dua bidang strategis: mineral kritis dan energi nuklir. Tujuannya jelas: memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi bersih dan rendah karbon.
Bahlil menekankan bahwa Indonesia memiliki cadangan mineral strategis yang melimpah, termasuk 43% nikel dunia, bauksit, tembaga, timah, dan logam tanah jarang. “Kami terbuka bagi pemerintah dan pengusaha Jepang untuk mengelola bersama-sama mineral kritis kami,” ujar Bahlil.
Kerja sama di sektor mineral kritis juga diarahkan untuk mengamankan rantai pasok global dan mendukung pengembangan teknologi energi bersih, termasuk baterai kendaraan listrik dan sistem energi terbarukan.
Sementara itu, Menteri METI Jepang, Ryosei Akazawa, menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara di tengah ketidakpastian global. Ia memuji dukungan Indonesia terhadap izin ekspor LNG ke Jepang, sekaligus menegaskan komitmen negaranya untuk terus mendukung proyek-proyek energi bersih, termasuk PLTSa Legok Nangka.
“Di tengah krisis global, kerja sama antarnegara sangat penting untuk menjaga ketahanan energi,” kata Akazawa.
Selain mineral, fokus kerja sama juga meliputi energi nuklir. Jepang siap berbagi pengalaman dan teknologi nuklir dengan standar keselamatan tinggi, sehingga Indonesia dapat mengembangkan solusi energi rendah karbon untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Ke depan, kedua negara akan melanjutkan diskusi terkait:
- Penguatan rantai pasok LNG dan batu bara
- Percepatan proyek transisi energi di bawah Asia Zero Emission Community (AZEC)
- Operasional PLTP Sarulla dan penyelesaian PLTSa Legok Nangka
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi ketahanan energi Indo-Pasifik sekaligus mendukung target dekarbonisasi global, menandai Indonesia dan Jepang sebagai pemain kunci di era energi bersih.




