Isu soal stok BBM yang disebut hanya cukup untuk beberapa minggu sempat bikin khawatir. Tapi pemerintah langsung angkat bicara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengimbau masyarakat agar tidak panik, apalagi sampai melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan.
Menurutnya, kondisi pasokan BBM nasional saat ini aman dan terkendali.
Bahlil menjelaskan, angka stok BBM yang sering disebut sekitar 23 hari sebenarnya bukan berarti persediaan akan habis dalam waktu tersebut.
Angka itu hanya menggambarkan kapasitas tampung tangki penyimpanan, bukan total cadangan yang tersedia.
“Kapasitas tangki kita memang sekitar 25 hari, dan yang terisi saat ini sekitar 23 hari. Tapi itu bukan berarti akan habis dalam 23 hari,” jelasnya.
Untuk mempermudah pemahaman, Bahlil memberikan analogi sederhana.
Stok BBM diibaratkan seperti toren air di rumah yang akan terus terisi ulang saat digunakan.
“Dipakai terus, tapi juga diisi terus. Jadi bukan berarti kalau 23 hari itu langsung habis,” ujarnya.
Artinya, pasokan BBM bersifat dinamis:
- Setiap hari ada distribusi ke masyarakat
- Di saat yang sama, pasokan baru terus masuk
Bahlil juga menegaskan bahwa sumber pasokan BBM Indonesia tidak hanya bergantung pada satu wilayah.
Selain produksi dari kilang dalam negeri, Indonesia juga mengimpor BBM dari berbagai negara, termasuk kawasan Asia seperti Malaysia dan Singapura.
Dengan diversifikasi ini, kondisi pasokan tetap aman dan tidak terlalu terdampak situasi global, termasuk ketegangan di jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, pemerintah juga tengah menyiapkan peningkatan kapasitas penyimpanan BBM nasional.
Sesuai arahan Prabowo Subianto, Indonesia akan membangun infrastruktur baru agar mampu menyimpan cadangan BBM hingga tiga bulan.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Dengan sistem pasokan yang terus berjalan dan sumber energi yang beragam, pemerintah memastikan kondisi BBM nasional tetap stabil.
Pesan utamanya jelas:
👉 Tidak perlu panic buying
👉 Pasokan aman dan terus diperbarui
Di tengah isu yang beredar, masyarakat diimbau tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak.




