Suasana pagi di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tampak berbeda dari biasanya. Bukan hanya aktivitas perkantoran, deretan stan warna-warni milik pelaku UMKM justru jadi pusat perhatian.
Mulai dari takjil khas Ramadan, kue kering Lebaran, busana muslim, hingga kerajinan tangan dan kebutuhan rumah tangga, semuanya tersaji dalam satu tempat. Harga yang relatif terjangkau membuat bazar ini langsung diserbu pengunjung.
Momen ini menjadi bagian dari gelaran Bazar Semarak Ramadan 2026, yang resmi dibuka oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan sekaligus menjual produk mereka ke pasar yang lebih luas.
Bahlil pun memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“UMKM itu tulang punggung ekonomi kita. Mereka adalah denyut nadi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil membeberkan data yang menunjukkan betapa dominannya peran UMKM dalam ekonomi nasional.
- Kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB): sekitar 60%
- Penyerapan tenaga kerja: 120 juta dari total 132 juta pekerja
- Jumlah pelaku usaha: mencapai 64–65 juta unit
Artinya, hampir seluruh aktivitas ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor UMKM.
Tak hanya besar, UMKM juga terbukti tangguh menghadapi krisis.
Bahlil mengingatkan, saat Indonesia dilanda krisis ekonomi 1998–1999 dengan inflasi mencapai 83% dan kondisi ekonomi terpuruk UMKM justru menjadi penyelamat.
“Mereka yang menjaga ekonomi kita tetap bertahan saat krisis,” tegasnya.
Penasehat DWP Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, menjelaskan bahwa bazar ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak.
Tujuannya bukan sekadar meramaikan Ramadan, tapi juga memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM agar bisa berkembang dan menjangkau lebih banyak konsumen.
Bazar ini mengusung tema “UMKM Tangguh Energi Tumbuh”, yang mencerminkan semangat memperkuat sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di tengah tantangan ekonomi.
Ketua Panitia, Vinay Erani Yustika, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk dukungan nyata bagi UMKM.
Selain membuka peluang promosi, bazar ini juga memudahkan masyarakat dan pegawai mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau terutama menjelang Lebaran.
Ia berharap, bazar ini bisa menjadi “panggung” bagi UMKM untuk terus berkembang sekaligus membawa energi positif bagi semua pihak.
Bagi masyarakat sekitar kawasan Kementerian ESDM, acara ini bukan sekadar tempat belanja.
Kehadiran pengunjung menjadi bentuk dukungan langsung terhadap pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
Di tengah suasana Ramadan, bazar ini menghadirkan lebih dari sekadar transaksi tapi juga semangat kebersamaan, optimisme, dan harapan akan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.




