PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyoroti dominasi perusahaan swasta dalam pengelolaan sumber daya batu bara nasional. Porsi sumber daya batu bara yang tercatat dimiliki PTBA hanya sekitar 5,81% dari total sumber daya batu bara Indonesia.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengungkapkan bahwa total sumber daya batu bara nasional mencapai 98,41 miliar ton. Sementara itu, sumber daya yang dimiliki PTBA tercatat sebesar 5,71 miliar ton.
Adapun dari sisi cadangan, PTBA menguasai sekitar 2,88 miliar ton cadangan terbukti, atau 9,03% dari total cadangan batu bara nasional yang mencapai 31,89 miliar ton.
Bambang menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dalam menata kembali pengelolaan sumber daya alam, khususnya batu bara, agar lebih sejalan dengan kepentingan nasional.
Ia menegaskan, batu bara merupakan kekayaan alam yang semestinya dikelola untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia, sebagaimana amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut Bambang, pemerintah perlu menjadikan kondisi saat ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola pertambangan ke depan, tanpa harus terjebak pada persoalan masa lalu.
Di sisi lain, secara struktur korporasi, pemerintah memiliki 65,93% saham PTBA melalui MIND ID dalam ekosistem Danantara. Meski kepemilikan saham pemerintah di perusahaan tersebut mayoritas, porsi sumber daya tambang yang dikelola PTBA masih relatif kecil dibandingkan total sumber daya batu bara nasional.
Bambang menekankan bahwa pengelolaan batu bara perlu ditata agar sejalan dengan prinsip penguasaan negara atas kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, berdasarkan data yang dipaparkan, Indonesia memiliki cadangan batu bara sekitar 31,9 miliar ton, atau sekitar 2 hingga 3% dari total cadangan dunia yang diperkirakan mencapai 1,1 triliun ton.
Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati peringkat keenam dunia, di bawah Amerika Serikat dengan cadangan 247,9 miliar ton, Rusia 162,2 miliar ton, China 157 miliar ton, Australia 149,5 miliar ton, dan India 127,7 miliar ton.
Bambang berharap pemerintah dapat memperkuat penataan pengelolaan sumber daya batu bara agar lebih optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara serta masyarakat.
Ia menegaskan, evaluasi tata kelola pertambangan menjadi langkah penting untuk memastikan kekayaan alam Indonesia dapat dikelola dengan lebih baik bagi kepentingan generasi mendatang.


