Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat pemulihan infrastruktur energi pascabencana di Provinsi Aceh, pasokan listrik telah berhasil dipulihkan untuk 776.875 pelanggan dari total 970.954 pelanggan yang sempat terdampak.
Pemulihan ini tidak berjalan mudah. Tim Siaga Bencana ESDM harus menghadapi akses jalan terputus serta medan lumpur ekstrem dengan kedalaman mencapai 1 hingga 1,5 meter. Meski demikian, upaya perbaikan terus dilakukan demi memastikan listrik kembali menyala di wilayah terdampak.
Ketua Tim Siaga Bencana ESDM, Rudy Sufahriadi, mengatakan fokus utama pemerintah bersama PT PLN (Persero) saat ini adalah wilayah dengan kerusakan paling parah. Dari hasil pemantauan lapangan, sebanyak 5.938 desa sudah kembali menikmati listrik, sementara 562 desa lainnya masih dalam proses pemulihan.
“Desa terdampak paling banyak berada di Aceh Tengah dengan 151 desa, disusul Bener Meriah 141 desa, dan Aceh Tamiang 99 desa,” ujar Rudy di Jakarta.
Rudy menjelaskan tantangan besar terjadi pada perbaikan menara transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sigli–Bireuen. Meski menara darurat atau Emergency Repair System telah menggantikan Tower 340 yang roboh, proses penarikan kabel konduktor masih terhambat lumpur pekat.
“Petugas harus berenang dan berjalan kaki menembus lumpur sedalam 1 hingga 1,5 meter agar kabel tidak terpuntir. Risikonya tinggi, termasuk ancaman kesehatan dari bangkai hewan. Namun keselamatan petugas tetap jadi prioritas,” jelasnya.
Di sisi pembangkitan, ESDM juga menambal kekurangan daya listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lueng Bata tahap pertama berkapasitas 5 megawatt (MW) sudah berhasil disinkronkan ke jaringan. Saat ini, tim teknis mengejar penyelesaian tahap kedua sebesar 5 MW serta pemasangan mesin PLTD Krueng Raya berkapasitas 15 MW yang materialnya baru tiba di pelabuhan.
Selain pemulihan listrik, Kementerian ESDM juga menyalurkan bantuan teknis ke wilayah terisolasi atas arahan langsung Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Bantuan dikirim melalui Posko BNPB di Bireuen sejak Minggu pagi.
Khusus Kabupaten Aceh Tamiang, bantuan yang disalurkan meliputi 10 unit genset, 4 unit panel surya lengkap dengan 7 tiang penyangga, 6 unit chainsaw beserta mata gergaji cadangan, serta 6 unit jet cleaner untuk pembersihan fasilitas umum.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri ESDM, Bapak Bahlil, atas bantuan genset dan lampu tenaga surya ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat kami,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bireuen, Doli Mardian.
Sementara itu, untuk menjaga pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG), ESDM mengalihkan jalur distribusi akibat terputusnya jalan nasional Lhokseumawe–Banda Aceh. Distribusi LPG kini dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal Roro agar pasokan tetap sampai ke masyarakat dan dapur umum.
“Kami juga mendatangkan tambahan truk skid tank LPG dari Sumatera Bagian Selatan dan Batam yang dijadwalkan tiba pada 20 Desember 2025. Bantuan genset ini menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu jembatan bailey selesai agar distribusi energi kembali normal,” pungkas Rudy.


