Program hilirisasi yang dijalankan pemerintah dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong transformasi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju pada 2045. Dengan potensi nilai tambah sumber daya alam (SDA) yang masih besar, kebijakan ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen sekaligus mempercepat perubahan struktur ekonomi nasional.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci agar Indonesia tidak terjebak dalam “kutukan sumber daya alam”.
“Hilirisasi ini adalah anak tangga untuk sebuah negara berkembang menjadi negara maju. Kalau ini tidak kita lakukan, kita akan menjadi negara kutukan sumber daya alam,” ujar Bahlil dalam kuliah umum di Jakarta.
📈 Bukti Nyata: Lonjakan Ekspor Nikel
Salah satu contoh konkret keberhasilan hilirisasi adalah sektor nikel.
- 2017: Ekspor produk turunan nikel sebesar USD 3,3 miliar
- 2020 (pasca larangan ekspor bijih nikel): Nilainya melonjak menjadi USD 33,9 miliar
Menurut Bahlil, dampak hilirisasi terhadap peningkatan nilai tambah produk nikel mencapai sekitar 10 persen dan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi nasional.
🌍 Belajar dari Negara Maju
Bahlil juga menyinggung sejarah industrialisasi sejumlah negara yang kini maju:
- Inggris pada abad ke-16 membangun industri tekstil berbasis bahan baku domestik
- Amerika Serikat pada abad ke-19 menerapkan tarif impor tinggi hingga 45% untuk melindungi industri dalam negeri
- Tiongkok pada era 1980-an mewajibkan TKDN tinggi bagi investasi asing
- Finlandia membatasi porsi kepemilikan asing dalam investasi strategis
Menurutnya, tidak ada negara kaya sumber daya yang menjadi maju tanpa industrialisasi dan hilirisasi.
⚖️ Hilirisasi Harus Berkeadilan
Meski berorientasi pada pertumbuhan, Bahlil menekankan bahwa hilirisasi harus dijalankan secara adil dan kolaboratif:
- Adil bagi pengusaha lokal
- Adil bagi masyarakat
- Adil bagi pemerintah
- Adil bagi investor
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan merata, sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa untuk berdikari dalam membangun ekonomi nasional.
🎯 Target Besar: Ekonomi Tumbuh 8%
Dengan strategi hilirisasi yang konsisten dan terarah, pemerintah optimistis Indonesia bisa:
- Meningkatkan nilai tambah SDA
- Memperluas basis industri nasional
- Menciptakan lapangan kerja berkualitas
- Mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%
Hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan fondasi transformasi menuju Indonesia Emas 2045.



