Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat capaian signifikan dalam upaya pemerataan akses listrik nasional melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sepanjang tahun 2025. Kedua program tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan negara hingga ke pelosok serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerataan listrik merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dituntaskan secara bertahap hingga seluruh desa dan dusun di Indonesia mendapatkan akses listrik. Ia menegaskan bahwa listrik bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol kehadiran negara dan keadilan sosial bagi masyarakat.
“Arahan dari Bapak Presiden Prabowo bahwa sampai dengan 2029–2030, semua desa-desa atau dusun-dusun yang jumlahnya 5.700 dan 4.400 itu harus semua listriknya sudah ada. Kehadiran listrik itu sebagai bentuk keadilan sosial,” tegas Bahlil saat konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM Tahun 2025 di Jakarta.
Bahlil menekankan bahwa negara tidak boleh absen dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga berbagi pengalaman pribadinya yang tumbuh tanpa akses listrik hingga usia sekolah dasar, sebagai pengingat bahwa listrik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup, membuka akses pendidikan, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, Program Listrik Desa telah direalisasikan di 1.516 lokasi dan menjangkau 77.616 pelanggan. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat rasio elektrifikasi nasional sekaligus memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Selain Lisdes, Kementerian ESDM juga mengimplementasikan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang belum menikmati listrik meskipun jaringan sudah tersedia. Program ini membantu mengatasi kendala biaya pemasangan listrik yang selama ini menjadi hambatan utama.
“Karena biaya pemasangannya kan butuh biaya, biaya rata-rata sekitar 2 juta sampai 2,5 juta. Kementerian ESDM atas arahan perintah Bapak Presiden itu memasang sebanyak 205.968 rumah. Jadi, selain program listrik desa juga ada kita pemasangan baru,” ungkap Bahlil.
Hingga 31 Desember 2025, Program BPBL telah direalisasikan untuk 205.968 rumah tangga di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat Program Listrik Desa dan BPBL sebagai instrumen kehadiran negara dalam memastikan akses energi yang berkeadilan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan nasional.

