Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan lifting dan produksi minyak dan gas bumi (migas), meski capaian lifting minyak tahun 2025 telah mencapai 605,3 ribu barel per hari, melampaui target APBN.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa optimalisasi produksi tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional. Teknologi menjadi “senjata utama” untuk mendongkrak produksi dari sumur-sumur eksisting.
“Untuk meningkatkan lifting, mau tidak mau, harus kita suntik dengan teknologi. Sumur-sumur yang sudah lama ini kita suntik pakai teknologi,” ujar Bahlil dalam Kuliah Umum Media Indonesia di Jakarta.
🔬 EOR, Fracking, hingga Horizontal Drilling
Beberapa teknologi yang akan dioptimalkan antara lain:
- Enhanced Oil Recovery (EOR)
- Hydraulic fracturing (fracking)
- Horizontal drilling
Teknologi ini bertujuan meningkatkan perolehan minyak dari lapangan-lapangan tua yang produksinya terus menurun secara alami.
Namun, tantangan terbesar ada pada aspek keekonomian. Untuk itu, pemerintah memberikan fleksibilitas skema kontrak bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
⚖️ Fleksibilitas Skema: Gross Split atau Cost Recovery
KKKS diberikan opsi memilih skema kerja sama:
- Gross Split
- Cost Recovery
Kebijakan ini menjadi jalan tengah agar proyek tetap menarik secara bisnis, tetapi tetap menjaga keberlanjutan produksi nasional.
Bahlil menegaskan bahwa negara tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan.
“Negara itu tidak boleh hanya bicara profit. Negara harus bicara pelayanan, ketersediaan, dan ketahanan. Kita ini melayani rakyat.”
🛢️ 6.305 Sumur Idle Siap Dioptimalkan
Strategi kedua adalah reaktivasi dan pengelolaan sumur-sumur tua (idle well). Data pemerintah menunjukkan:
- 6.305 sumur idle memiliki potensi hidrokarbon
- 787 sumur dapat direaktivasi
- 3.972 sumur berpotensi untuk dikerjasamakan
Optimalisasi sumur idle dinilai sebagai cara cepat dan relatif efisien untuk menambah produksi nasional tanpa harus membuka lapangan baru sepenuhnya dari nol.
🚧 Percepatan Proyek dan Tegas ke KKKS
Pemerintah juga mempercepat proyek-proyek yang telah menyelesaikan Plan of Development (POD) namun belum masuk tahap konstruksi maupun produksi.
Bahlil menegaskan akan bersikap tegas terhadap KKKS yang sudah mengantongi izin tetapi belum merealisasikan pekerjaan.
🌏 Fokus Jangka Panjang: Indonesia Timur
Sebagai strategi jangka panjang, pemerintah mendorong percepatan eksplorasi di kawasan Indonesia Timur melalui:
- Skema kerja sama yang lebih menarik
- Pemberian insentif tambahan
- Penawaran 110 blok migas potensial kepada KKKS
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menuju ketahanan energi nasional, sekaligus menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dan kepentingan pelayanan publik.



