Distribusi gas bumi di Indonesia kini memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya di Pulau Jawa, gas produksi dalam negeri dicairkan menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) dalam skala mini, menghadirkan sistem distribusi yang lebih fleksibel bagi industri dan pembangkit listrik.
Peresmian Kilang Mini LNG PT. Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang dilakukan oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot. Fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa dan diharapkan memperkuat pemanfaatan gas domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
“Ini momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri sebesar-besarnya untuk industri, pembangkit listrik, dan kegiatan ekonomi lainnya,” ujar Yuliot.
💨 Pasokan dari Madura Strait, Investasi Rp247 Miliar
Kilang mini LNG ini memanfaatkan gas dari Wilayah Kerja Madura Strait yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Gas tersebut diolah menjadi LNG agar lebih efisien dan praktis didistribusikan ke:
- Pembangkit listrik
- Kawasan industri
- Pusat pertumbuhan ekonomi
📊 Spesifikasi Proyek:
- Nilai investasi: ± Rp247 miliar
- Kapasitas awal: ±20 ton LNG per hari
- Produksi tahunan: hampir 7.000 ton
Ke depan, fasilitas ini diharapkan menjadi role model pengembangan mini LNG di wilayah penghasil gas lainnya di Indonesia.
🔧 TKDN Tembus 86%, Kolaborasi Indonesia–Argentina
Proyek ini juga menonjol dari sisi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai sekitar 86%, jauh di atas standar 30–40%.
Teknologinya merupakan kolaborasi dengan Galileo Technologies dari Argentina.
Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Gustavo Ricardo Coppa, menyebut proyek ini sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan energi Indonesia dan memperluas pilihan bahan bakar bersih di wilayah kepulauan.
⚙️ Teknologi Cryobox: LNG Siap Produksi dalam 5 Menit
Di atas lahan satu hektare, PT. Liquid Nusantara Gas mengoperasikan unit modular cryobox berbasis teknologi Nano LNG Liquefaction.
Direktur Utama PT. Liquid Nusantara Gas, Wira Rahardja, menjelaskan:
- Saat ini tersedia 3 unit cryobox
- Akan ditambah menjadi 5 unit
- Target kapasitas produksi ke depan sekitar 2.500 ton LNG per bulan
Teknologi ini mengombinasikan prinsip Joule-Thomson dengan sistem refrigerant propana tertutup, memungkinkan:
- Mulai produksi LNG dalam ±5 menit
- Kapasitas penuh dalam ±10 menit
- Instalasi modular, mudah dipindahkan
- Tidak memerlukan infrastruktur permanen besar
Karakter inilah yang membuatnya ideal untuk kawasan industri dan pelabuhan kecil.
🌏 Distribusi Gas Kini Lebih Fleksibel
Hadirnya kilang mini LNG membuka opsi distribusi gas di luar jaringan pipa, sehingga menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit terakses.
Langkah ini bukan hanya inovasi teknis, tetapi juga strategi memperluas pemanfaatan gas domestik, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, dan memperkuat fondasi transisi energi nasional.
Mini LNG kini menjadi solusi nyata bagi industri di Pulau Jawa — dan berpotensi diperluas ke seluruh Indonesia.



