Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menepati janjinya saat mengunjungi Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Saat kunjungan, Bahlil sempat singgah di Masjid Suhada, yang masih berdiri kokoh meski wilayah sekitarnya porak-poranda akibat bencana.
Kepada penjaga masjid, Tomas (33), Bahlil berjanji akan mengirim satu unit genset agar masjid bisa kembali digunakan untuk kegiatan keagamaan. Hanya dua hari setelah kunjungan, janji itu terwujud. Tidak berhenti di situ, Kementerian ESDM mengirim total 35 unit genset untuk mendukung aktivitas warga pengungsi di Palembayan.
“Kementerian ESDM dan PLN telah mengirimkan bantuan berupa 35 buah genset untuk Desa Palembayan. Satu genset khusus diberikan untuk masjid untuk mendukung kegiatan beribadah masyarakat sekitar,” ujar Rudy Sufahriadi, Staf Khusus Menteri ESDM sekaligus Ketua Tim ESDM Siaga Bencana.
Selain genset, tiang listrik tegangan rendah juga telah dipasang di daerah terdampak parah. Personil PLN bekerja hingga malam hari untuk memastikan aliran listrik kembali normal. Sebelumnya, Bahlil juga meminta Direktur Jenderal Mineral dan Batubara membersihkan puing di sekitar masjid, serta memerintahkan PLN menyalurkan akses listrik bagi warga terdampak.
Secara keseluruhan, pemulihan listrik di Sumatra Barat menunjukkan progres signifikan. Dari 74 penyulang terdampak, semuanya sudah beroperasi. Sebanyak 2.284 gardu distribusi (99%) telah pulih dari total 2.302 gardu terdampak. Dari beban listrik sebesar 42 MW yang sempat padam, kini 40,9 MW (97%) sudah pulih. Dari 270.148 pelanggan terdampak, 268.883 pelanggan (99%) kini kembali menikmati listrik normal.
Dengan hadirnya genset dan pemulihan infrastruktur listrik, masyarakat Palembayan kini bisa melanjutkan aktivitas sehari-hari dan melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman.

