Pemerintah semakin serius menggarap hidrogen sebagai energi masa depan. Wakil Menteri ESDM, Yuliot, secara resmi meluncurkan Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026.
Menurutnya, hidrogen memiliki peran strategis dalam mendorong pergeseran dari energi fosil menuju energi terbarukan. Selain listrik, hidrogen merupakan pembawa energi nol karbon yang dinilai krusial untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
“Indonesia berkomitmen mengurangi porsi energi fosil secara bertahap. Hidrogen dan amonia telah ditetapkan sebagai Sumber Energi Baru,” tegas Yuliot.
Konsumsi Hidrogen RI Sudah 1,75 Juta Ton per Tahun
Saat ini, pemanfaatan hidrogen di Indonesia sebenarnya sudah berjalan, terutama untuk kebutuhan industri.
Data Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi hidrogen nasional mencapai sekitar 1,75 juta ton per tahun, dengan distribusi penggunaan:
- 88% untuk produksi urea
- 4% untuk amonia
- 2% untuk kilang minyak
Ke depan, hidrogen akan diperluas untuk sektor-sektor yang sulit ditekan emisinya (hard-to-abate sectors), seperti:
- Transportasi jarak jauh
- Pelayaran dan penerbangan
- Produksi baja
- Industri manufaktur dan pemanasan industri
Indonesia Berpeluang Jadi Hub Hidrogen Asia Pasifik
Yuliot menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pemain utama hidrogen dan amonia di kawasan Asia Pasifik.
Beberapa faktor pendukungnya:
- Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melimpah
- Komitmen terhadap mitigasi perubahan iklim
- Posisi geografis strategis di jalur perdagangan internasional
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan secara masif.
Target 2026: Tambahan 199 Ton Hidrogen Hijau
Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun National Hydrogen Roadmap sebagai panduan pengembangan.
Pada 2026, EBTKE memiliki KPI baru, yakni peningkatan produksi hidrogen hijau lebih dari 199 ton per tahun.
Target ini diharapkan memperkuat bauran energi nasional sekaligus menjadi batu loncatan menuju komersialisasi hidrogen yang lebih luas.
GHES 2026 Jadi Ajang Konsolidasi
Peluncuran GHES 2026 diharapkan menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan dalam mempercepat adopsi hidrogen hijau.
Dengan momentum ini, Indonesia tidak hanya ingin menjadi pengguna, tetapi juga produsen dan pusat distribusi hidrogen di kawasan.
Transisi energi kini memasuki babak baru: dari sekadar wacana, menuju ekosistem hidrogen yang konkret dan terintegrasi.



