Industri energi Indonesia terus bergerak menghadapi perubahan. Kebutuhan energi meningkat, teknologi berkembang, sementara transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan semakin tidak bisa dihindari.
Di tengah perubahan tersebut, **Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas** menyiapkan strategi baru untuk mencetak tenaga terampil yang mampu mengikuti kebutuhan industri.
Memasuki Tahun Akademik **2026/2027**, PEM Akamigas tidak hanya memperkuat kerja sama dengan dunia industri, tetapi juga membuka akses bagi mahasiswa internasional melalui skema **The Indonesian AID Scholarship (TIAS)**.
Kampus tersebut juga bersiap meluncurkan **tiga program studi baru**, yakni D3 Energi Baru dan Terbarukan, D3 Pengolahan Minyak dan Gas, serta D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Minyak dan Gas.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas kompetensi lulusan sekaligus menyesuaikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan sektor energi yang terus berkembang.
## Kurikulum Disesuaikan dengan Industri
Direktur PEM Akamigas **Erdila Indriani** mengatakan pengembangan pendidikan vokasi harus berjalan beriringan dengan perubahan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Karena itu, PEM Akamigas memperkuat kurikulum berbasis **Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)**.
Tidak hanya mengandalkan pembelajaran di kampus, mahasiswa juga diwajibkan mengikuti **magang industri selama enam bulan**.
Program tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki pengalaman langsung sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja.
Menurut Erdila, pendekatan tersebut ikut mendorong meningkatnya kepercayaan industri terhadap lulusan PEM Akamigas.
“Metode pembelajaran berbasis praktik, kurikulum adaptif yang match dengan kebutuhan riil industri, serta sinergi erat dengan regulator dan pemerintah daerah sukses melahirkan SDM siap kerja,” katanya.
Ia menegaskan, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan dari sisi akademik, tetapi juga dibekali integritas dan karakter agar mampu menghadapi tantangan industri energi, termasuk era transisi energi global.
## Semua Program Sarjana Terapan Raih Akreditasi Unggul
Pengembangan pendidikan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan kualitas akademik.
Hingga akhir 2025, seluruh program **Sarjana Terapan PEM Akamigas telah meraih akreditasi Unggul**.
Di saat yang sama, mahasiswa PEM Akamigas juga terus menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi kampus untuk memperluas jejaring pendidikan dan industri, termasuk melalui pembukaan akses bagi mahasiswa dari luar negeri.
## Siapkan Talenta untuk Program Strategis Energi
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM **Ahmad Erani Yustika** menilai penguatan pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Sejumlah agenda besar sektor energi membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi spesifik dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Implementasi program strategis nasional seperti Mandatori Biodiesel B50, persiapan Program E20 berbasis bioetanol, serta percepatan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Masela membutuhkan pasokan talenta vokasi yang kompeten dan adaptif di lapangan,” ujar Erani.
Menurutnya, pembangunan energi nasional tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi juga peningkatan nilai tambah, hilirisasi, penguatan bauran energi dan perluasan akses energi yang berkeadilan.
Karena itu, pendidikan vokasi menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan Indonesia memiliki tenaga terampil yang mampu menjalankan berbagai program tersebut.
## Tiga Prodi Baru Jadi Sinyal Perubahan
Rencana pembukaan tiga program studi baru menjadi salah satu langkah penting PEM Akamigas.
**D3 Energi Baru dan Terbarukan** akan memperluas ruang pendidikan di bidang energi alternatif.
Sementara **D3 Pengolahan Minyak dan Gas** tetap memperkuat kompetensi di sektor migas yang masih menjadi bagian penting dalam sistem energi nasional.
Adapun **D4 K3 Minyak dan Gas** diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di bidang keselamatan dan kesehatan kerja pada industri yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Dengan kombinasi tersebut, PEM Akamigas berupaya memperluas pilihan pendidikan sekaligus memastikan kompetensi lulusannya tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Langkah ini menjadi semakin penting karena sektor energi ke depan tidak hanya membutuhkan pekerja yang menguasai teknologi konvensional, tetapi juga talenta yang mampu beradaptasi dengan **teknologi baru, energi terbarukan, keselamatan kerja dan tuntutan keberlanjutan**.
Jika rencana tersebut berjalan sesuai target, PEM Akamigas tidak hanya mencetak lulusan untuk memenuhi kebutuhan industri hari ini, tetapi juga menyiapkan talenta yang akan mengisi wajah baru sektor energi Indonesia di masa mendatang.


