Proses pemasangan ban pada kendaraan dan alat berat di industri pertambangan ternyata bukan pekerjaan sederhana. Ukuran ban yang jauh lebih besar dan bobot yang sangat berat membuat pekerjaan ini memiliki tingkat risiko keselamatan kerja yang tinggi.
Dalam operasional pertambangan, penggantian ban membutuhkan tenaga, peralatan khusus, serta prosedur keselamatan yang harus dipatuhi. Sedikit saja terjadi kesalahan, potensi kecelakaan kerja bisa meningkat.
Beberapa risiko yang kerap dihadapi saat proses pemasangan ban antara lain pekerja tertimpa ban atau komponen alat berat, tangan terjepit, tergelincir akibat lantai licin, hingga tertabrak unit yang sedang bergerak di area kerja.
Karena itu, perusahaan tambang diwajibkan menerapkan standar keselamatan kerja yang ketat selama proses penggantian ban berlangsung.
Area kerja harus dipastikan bersih, rapi, dan bebas dari material yang dapat menghambat aktivitas. Penggunaan dongkrak maupun alat bantu lainnya juga harus disesuaikan dengan kapasitas kendaraan yang ditangani.
Selain itu, pekerja diminta tidak berada di jalur pergerakan alat berat serta memastikan kendaraan telah dimatikan dan roda diganjal sebelum pekerjaan dimulai.
Penerapan prosedur keselamatan tersebut menjadi bagian penting dalam menekan angka kecelakaan kerja sekaligus menjaga kelancaran operasional di lingkungan pertambangan


