Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia kembali melakukan penyegaran besar di lingkungan Kementerian ESDM.
Sebanyak 19 pejabat tinggi pratama resmi dilantik dalam prosesi yang digelar di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).
Pelantikan tersebut tertuang dalam siaran pers resmi bernomor 027.Pers/04/SJI/2026 dan menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor energi, mineral, hingga tata kelola sumber daya alam nasional.
Rotasi dan promosi jabatan ini mencakup sejumlah posisi penting di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Direktorat Jenderal Migas, EBTKE, Badan Geologi, hingga SKK Migas.
Beberapa nama yang mendapat sorotan di antaranya adalah Joko Hadi Wibowo yang kini dipercaya menjabat Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.
Kemudian Totoh Abdul Fatah yang sebelumnya menjabat Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara kini mengisi posisi Sekretaris Ditjen Minerba.
Sementara itu, Asep Kurnia Permana mendapat amanah baru sebagai Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara.
Di sektor energi baru dan terbarukan, Priatin Hadi Wijaya resmi ditunjuk sebagai Direktur Panas Bumi. Sedangkan posisi Direktur Konservasi Energi kini diisi Gigih Udi Atmo.
Tak hanya internal ESDM, pelantikan kali ini juga menarik perhatian karena melibatkan pejabat dari luar institusi. Salah satunya Ryllo Ashuri Panay yang sebelumnya menjabat Sekretaris KPU Provinsi Papua dan kini dipercaya menjadi Direktur Penanganan Aset Barang Bukti pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM.
Selain itu, nama Surya Widyantoro juga mendapat promosi sebagai Deputi Eksploitasi di lingkungan SKK Migas.
Rotasi jabatan ini disebut sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi dan percepatan kinerja sektor energi nasional, terutama di tengah tantangan transisi energi, pengelolaan minerba, serta hilirisasi sumber daya alam yang kini menjadi fokus utama pemerintah.
Dengan susunan pejabat baru tersebut, Kementerian ESDM diharapkan mampu bergerak lebih cepat dalam menjalankan program strategis nasional, mulai dari penguatan ketahanan energi, pengembangan energi terbarukan, hingga pengawasan sektor pertambangan dan migas.
Pelantikan ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah terus melakukan pembenahan internal guna menciptakan birokrasi yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan sektor energi di masa depan.

