Menjelang momen mudik Idulfitri 2026, masyarakat bisa bernapas lega. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, memastikan ketersediaan BBM dan pasokan listrik aman dan stabil. Saat ini, cadangan BBM nasional berada di kisaran 27-28 hari, jauh di atas ambang minimal, sehingga kebutuhan masyarakat dipastikan terpenuhi.
“Hari ini saya mengecek ketersediaan BBM dan kehandalan kelistrikan di sistem Jawa Tengah. Cadangan minimal sudah jauh terlewati, jadi masyarakat bisa aman menikmati mudik Lebaran 2026,” ujar Yuliot saat mengecek pasokan BBM di Rest Area KM 379A Batang.
Yuliot menegaskan, pasokan energi untuk transportasi dan listrik masih terkendali. Pemerintah juga tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Kita belum ada pembatasan, baik yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” jelasnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU, terutama saat antrean panjang.
“Untuk yang antre di SPBU, tolong bersabar dan jangan panik. Kami akan melayani secepat mungkin,” tambah Yuliot.
Selain BBM, pasokan listrik juga stabil. Daya mampu sistem kelistrikan saat ini mencapai 52 gigawatt, sedangkan beban puncak berada di angka 35%, sehingga masih tersedia risk margin sekitar 48% dari rata-rata kebutuhan harian.
“Jadi masyarakat tak perlu khawatir. Cadangan listrik cukup besar untuk mendukung mudik dan perayaan Idulfitri,” ujar Yuliot.
Pemerintah terus bekerja keras menjaga stabilitas pasokan energi dari Sabang sampai Merauke, memastikan masyarakat dapat menikmati mudik dan hari raya tanpa gangguan.
“Ketersediaan BBM dan listrik menjadi perhatian utama kami, terutama saat kebutuhan meningkat menjelang hari raya,” tutup Yuliot.
Dengan ketersediaan BBM dan listrik yang aman, mudik Lebaran 2026 dipastikan lancar, nyaman, dan tanpa panic buying.




