Pemulihan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatra Utara terus digenjot. Per Sabtu (6/12), sebagian besar SPBU sudah pulih dan kembali beroperasi normal. Di Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang sempat terisolasi, kini 3 SPBU sudah siap melayani masyarakat.
“Kementerian ESDM dan Pertamina memprioritaskan pemulihan SPBU terdampak bencana. Kami sudah memulihkan 3 SPBU di Aceh Tamiang agar masyarakat bisa kembali mendapatkan BBM,” ujar Rudy Sufahriadi, Ketua Tim ESDM Siaga Bencana.
Meski sebagian besar SPBU telah beroperasi, masih ada beberapa titik yang terdampak. Di Sumut, dari 55 SPBU di Deli Serdang, hanya 1 SPBU yang rusak, sedangkan di Langkat, 2 SPBU belum bisa melayani karena banjir di area pompa. Di Aceh, sebagian besar SPBU di Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Bireuen sudah normal, sementara di Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Bener Meriah, beberapa SPBU masih dalam proses pemulihan akibat kerusakan sarana atau blackout listrik.
Distribusi BBM di Bireuen juga berangsur normal. Wilayah timur sudah terlayani penuh dari Integrated Terminal Lhokseumawe, sementara wilayah barat mulai pulih melalui alih suplai dari Fuel Terminal Krueng Raya. Antrean mulai berkurang seiring distribusi BBM yang terus berjalan, dibantu mobil tangki dari Lhokseumawe untuk Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen.
Sementara itu, distribusi LPG 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga dan dapur umum di pengungsian juga sudah berjalan. Di Bireuen timur, distribusi normal, sedangkan di bagian barat, LPG dikirim secara bertahap melewati medan sulit, termasuk sungai karena jembatan terputus.
“Meski medan sulit, LPG sudah bisa mencapai warga dan dapur umum di pengungsian. Hal ini penting agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” jelas Rudy.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa pemulihan distribusi energi akan terus diprioritaskan hingga seluruh SPBU dan penyaluran LPG di Aceh dan Sumut kembali normal sepenuhnya.

