Era pertambangan tradisional perlahan bergeser menuju smart mining. Di site penambangan batubara Binungan, Kalimantan Timur, rangkaian teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara kerja industri tambang bukan hanya soal efisiensi, tapi juga revolusi keselamatan kerja.
Melalui sistem Mining Eyes AI (MEA), seluruh aktivitas kendaraan dan pekerja di area tambang kini bisa dipantau secara real-time dari jarak jauh. Kamera terintegrasi dan jaringan pusat data memungkinkan sistem mendeteksi jarak aman antar truk, pergerakan alat berat, hingga aktivitas pekerja di luar kabin.
“MEA ini memantau berbagai aktivitas termasuk pekerja di luar kabin, jarak antar unit, pengemudi truk, operator alat berat, dan personel lain,” ujar Arintoko, saat ditemui di area tambang Binungan.
Dampaknya terasa nyata. Kontak fisik antara pekerja dan area berbahaya dapat diminimalkan. Sistem AI otomatis memberi peringatan bila terjadi potensi risiko, sehingga kecelakaan kerja dapat ditekan signifikan.
🎯 Pengawasan Jadi Lebih Efisien Produktivitas Ikut Melonjak
Penerapan MEA sejak Oktober 2023 menjadikan pengawasan lapangan jauh lebih efisien dibanding metode manual.
“Mining Eyes bisa mengurangi jumlah pengawas, jangkauan lebih luas. Pengawasan bisa dilakukan lebih sering tanpa harus keliling site,” jelas Zanuar, PJO Safety Health Environment (SHE) Section Head PT Pamapersada Nusantara, mitra kerja Berau Coal.
Efisiensi ini turut berdampak pada produksi. Dengan pengawasan digital, fleet matching kecocokan jumlah alat angkut dan alat muat menjadi lebih presisi. Hasilnya, produktivitas meningkat sekaligus keselamatan kerja terjaga.
🚛 Teknologi DMS: Mengawasi Perilaku Sopir 24 Jam Nonstop
Tak berhenti pada MEA, perusahaan tambang batubara grup Sinar Mas juga menerapkan Driving Monitoring System (DMS) untuk memantau perilaku pengemudi dump truck.
DMS berbasis AI ini mendeteksi kelelahan, kecepatan berlebih, penggunaan ponsel, makan saat mengemudi, hingga distraksi visual. Semua dipantau lewat kamera dan sensor cerdas yang menganalisis gerakan sopir dari detik ke detik.
Saat ini, 876 unit armada kendaraan angkut telah menggunakan DMS di seluruh area operasi.
💡 Berau Coal Dorong Digitalisasi Menuju Smart Mining
Corporate Communication Superintendent Berau Coal, Rudini Rahim, menjelaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk keberlanjutan.
“Kami terus mendorong inovasi agar operasional semakin produktif, efisien, aman, dan hijau.”
Salah satu teknologi yang ikut memperkuat transformasi tersebut adalah BEATS / BeGeMS (Berau Coal Green Mining System) Automation Tracking System, aplikasi berbasis smart monitoring untuk operasi dan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan). Dengan sistem ini, pengawasan lebih dari 24.000 pekerja bisa dilakukan secara digital, cepat, dan akurat.
Dengan ekosistem teknologi MEA, DMS, dan BEATS, pertambangan di Indonesia kini sedang berlari menuju era smart mining: lebih aman, lebih produktif, dan lebih hijau.

