Pemulihan listrik pascabencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus dikebut pemerintah. Di Sumut dan Sumbar, listrik telah pulih 100 persen, sementara di Aceh progres normalisasi masih berjalan dengan pembangunan menara transmisi darurat (tower emergency) SUTT Bireuen-Peusangan sudah rampung 100%, dan SUTT Bireuen-Arun ditargetkan selesai.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan progres ke Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Terbatas di Pos Pendamping Nasional Bencana Hidrometeorologi. Menurut Bahlil, listrik di sejumlah wilayah Aceh sudah mulai menyala:
- Aceh Tengah: 20.30 WIB
- Bener Meriah: 20.45 WIB
- Aceh Tamiang: 20.30 WIB
- Banda Aceh: 95% malam ini, 100% diprediksi esok malam
- Gayo Lues: mulai menyala pagi tadi
Dari data PLN, dari 324 penyulang terdampak, 201 penyulang sudah menyala. Gardu distribusi yang pulih mencapai 11.445 dari 14.919, dengan beban listrik 263,69 MW dari 374,83 MW terdampak. Sebanyak 1.140.931 pelanggan dari 1,52 juta terdampak sudah kembali menikmati aliran listrik.
Kebahagiaan warga terlihat nyata di Aceh Tamiang dan Takengon, Aceh Tengah, yang setelah berhari-hari gelap kini kembali beraktivitas normal di malam hari.
Sementara itu, di Sumatra Utara, seluruh penyulang, gardu distribusi, dan pelanggan terdampak sudah 100% pulih, begitu pula Sumatra Barat yang sudah terang kembali.
Proses pemulihan Aceh sempat terhambat karena distribusi material harus melintasi sungai dan hujan deras beberapa kali menghentikan pekerjaan. Namun, pemerintah menegaskan pengerjaan akan terus dipacu hingga seluruh listrik di Aceh normal sepenuhnya.

