Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, pemerintah memastikan ketersediaan energi di Sulawesi tetap aman. Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turun langsung ke lapangan untuk mengecek kesiapan distribusi listrik, BBM, dan LPG.
Wakil Menteri ESDM diwakili Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, memantau kondisi di Makassar. Dari pengecekan bersama BPH Migas, Ditjen Migas, Pertamina Patra Niaga, dan Dewan Energi Nasional, Lubis menegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG cukup dan distribusi berjalan lancar.
“Tadi sudah kita cek ketersediaan LPG dan BBM, semua cukup. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami datang lengkap bersama seluruh instansi terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi,” ujar Lubis saat meninjau SPBU 74.901.15.
Lubis mengimbau masyarakat untuk tidak menimbun bahan bakar. “Stok kita cukup, karena kapal pengangkut BBM dan LPG datang terus. Kalau stok berkurang, akan segera diisi kembali. Jadi seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi, aman,” jelasnya.
Dari pihak Pertamina, Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menambahkan tim lapangan telah memeriksa terminal-terminal terintegrasi dan memastikan stok memadai.
Di Sulawesi Selatan, terdapat 248 SPBU reguler (45 di Makassar) dan 121 SPBU di jalur wisata utama seperti Malino-Gowa, Bantimurung-Maros, hingga Tanjung Bira-Bulukumba. Untuk LPG, tersedia 239 agen dan 13.743 pangkalan siaga, dengan kuota 3 kg mencapai 289.784 metrik ton.
Kesiapan kelistrikan juga terpantau aman. Lubis meninjau fasilitas Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) PT PLN UID Sulselrabar di Makassar. Sistem kelistrikan Sulawesi dipastikan memiliki cadangan daya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Data menunjukkan Sulawesi Selatan, Tengah, Barat, hingga Tenggara aman. Cadangan listrik cukup, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. PLN siaga 24 jam,” kata Lubis, Sabtu (14/3).
Menurut General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, konsumsi listrik saat puncak Idulfitri diperkirakan turun sekitar 5%, dari 1.900 MW menjadi 1.700 MW, sementara kapasitas tersedia mencapai 2.300 MW, menyisakan cadangan lebih dari 500 MW. PLN juga menyiagakan genset, UPS, gardu bergerak, crane, kendaraan operasional, dan tim khusus untuk memastikan pasokan listrik tetap andal.
Dengan kesiapan energi dan listrik yang terjamin, pemerintah memastikan masyarakat Sulawesi dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan tenang, tanpa khawatir soal pasokan energi maupun mobilitas mudik.




