Upaya pemerintah memperluas akses energi sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi anggaran sebesar Rp13,19 triliun atau 91,32 persen dari total pagu Rp14,444 triliun.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, capaian tersebut sesuai komitmen awal yang menargetkan penyerapan di atas 90 persen. Sisa anggaran sekitar Rp1,506 triliun berasal dari pengembalian blokir efisiensi dan optimalisasi anggaran.
“Penyerapan anggaran waktu itu kami janjikan akan di atas 90 persen, dan realisasinya 91,32 persen,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.
Lifting Minyak Lampaui Target
Dari sisi kinerja sektor hulu migas, lifting minyak bumi pada 2025 mencapai 605,3 ribu barel per hari (bph), sedikit melampaui target 605 ribu bph. Sementara lifting gas bumi rata-rata mencapai 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), masih di bawah target 1.005 MBOEPD.
Meski belum memenuhi target gas, pemerintah memastikan kebutuhan domestik tetap tercukupi tanpa impor LNG.
“Awalnya sempat ada potensi defisit dan rencana impor, tapi dengan kerja keras Kementerian ESDM, SKK Migas, dan BUMN, Alhamdulillah di 2025 tidak ada impor LNG,” jelas Bahlil.
77 Ribu Rumah di Daerah 3T Kini Berlistrik
Anggaran 2025 juga difokuskan untuk program pro-rakyat, terutama kelistrikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui program listrik desa, pemerintah berhasil menerangi 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi di seluruh Indonesia.
Selain itu, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjangkau 205.968 rumah tangga yang sebelumnya belum teraliri listrik PLN.
Bahlil menegaskan, target pemerintah adalah seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah berlistrik paling lambat 2029.
“Program strategis energi ke depan adalah listrik desa terus kita kembangkan. Target Presiden, 2029 seluruh desa dan dusun harus selesai,” tegasnya.
DPR Beri Apresiasi
Capaian ini mendapat apresiasi dari Komisi XII DPR RI. Anggota Komisi XII, Junaidi Auly, menilai realisasi anggaran 91,32 persen mencerminkan outcome strategis sektor energi yang berjalan efektif.
Anggaran 2026 Lebih Ramping
Untuk tahun 2026, total Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian ESDM ditetapkan sebesar Rp9,34 triliun. Rinciannya terdiri dari:
- Rupiah murni Rp7,23 triliun
- PNBP Rp1,72 triliun
- Pendapatan BLU Rp0,39 triliun
Dengan anggaran yang lebih ramping, pemerintah menegaskan tetap fokus pada penguatan ketahanan energi, swasembada, dan pemerataan akses listrik nasional.
Capaian 2025 menjadi pijakan penting bahwa sektor energi tak hanya soal produksi dan lifting, tetapi juga soal menghadirkan terang hingga pelosok negeri.


