Pemerintah memastikan stok energi nasional aman dan andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Kesiapan ini mencakup pasokan listrik nasional hingga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), yang dipantau melalui Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Ketua Satuan Tugas Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati menegaskan, pemerintah terus memastikan energi tersedia dengan memadai. “Pemerintah terus-menerus memastikan pasokan energi agar memadai dan andal pada saat Idul Fitri 2026,” ujarnya saat meninjau kesiapan energi di Indramayu.
Sistem kelistrikan nasional dipastikan memiliki cadangan daya cukup besar. Prediksi beban puncak listrik saat Idulfitri mencapai 31.000 MW, sementara daya mampu pasok 51.000 MW, sehingga tersisa cadangan 16.000 MW atau 48% dari total pasokan.
Sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali), sebagai tulang punggung pasokan listrik nasional, juga berada dalam kondisi andal. Beban puncak siang tercatat 34.377 MW, dan malam sekitar 34.308 MW.
PLN juga menyiapkan infrastruktur kendaraan listrik untuk mendukung mobilitas pemudik. Di jalur Trans Sumatra-Jawa-Bali, tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 lokasi, didukung lebih dari 5.000 petugas 24 jam. Selain itu, terdapat 15 unit SPKLU mobile untuk titik dengan mobilitas tinggi.
Dari sisi operasional, PLN menyiagakan 72.053 personel beserta peralatan pendukung seperti posko siaga, genset, UPS, unit gardu bergerak, hingga mobil crane.
Selain listrik, pemerintah juga memastikan pasokan BBM aman. Cadangan BBM nasional terus ditingkatkan, dengan posisi saat ini:
- Bensin: 25 hari
- Pertadex: 45 hari
- Avtur: 37 hari
Erika menekankan, dengan cadangan ini masyarakat tidak perlu khawatir, karena pemerintah terus memantau distribusi dan memastikan pasokan energi tersedia secara aman dan andal.
“Dengan kondisi ini, mudik dan perayaan Idulfitri dapat berlangsung lancar tanpa kendala pasokan listrik maupun BBM,” pungkasnya.




