Harga batu bara global kembali menunjukkan penguatan pada akhir Januari 2026. Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Kamis (29/1/2026) ditutup di level US$111,75 per ton, melonjak 2,5 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif harga batu bara yang dalam dua hari terakhir telah menguat sekitar 2,6 persen.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal awal membaiknya sentimen pasar setelah sempat tertekan dalam beberapa waktu terakhir.
Menguatnya harga batu bara didorong oleh kabar positif dari sejumlah negara kunci, seperti China, Amerika Serikat, dan Rusia.
Di China, beberapa penambang batu bara termal utama mulai menaikkan harga jual di pasar domestik, seiring perubahan dinamika pasokan dan permintaan di dalam negeri.
Pergerakan harga menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan di beberapa wilayah produksi utama batu bara termal China. Kondisi ini mengindikasikan sentimen pasar mulai bergerak ke arah yang lebih positif dibandingkan tren pelemahan sebelumnya.
Kenaikan harga tersebut terutama dipicu oleh pasokan yang relatif lebih ketat, sementara permintaan dari sektor utilitas pembangkit listrik tetap stabil, bahkan cenderung meningkat.
Situasi ini membuat tekanan kelebihan pasokan berkurang secara signifikan.Menjelang libur Chinese New Year (Tahun Baru Imlek), harga batu bara termal domestik China tercatat mengalami kenaikan tipis.
Namun, pelaku pasar menilai ruang kenaikan lanjutan masih terbatas, mengingat aktivitas perdagangan cenderung melambat selama masa liburan.Di sisi lain, harga batu bara termal di pelabuhan utara China juga masih bergerak naik, ditopang oleh pasokan yang agak ketat serta meningkatnya aktivitas stock-piling oleh pembangkit listrik.
Meski demikian, transaksi pasar tetap berlangsung hati-hati, sehingga volume perdagangan belum terlalu tinggi.Kabar baik juga datang dari Rusia. Harga batu bara kokas asal Negeri Beruang Merah tercatat mengalami kenaikan signifikan pada pekan-pekan awal 2026.
Sejak awal Januari hingga pertengahan bulan, harga batu bara kokas Rusia naik di kisaran 4,5 persen hingga 12 persen, tergantung pada basis pengiriman.
Kondisi ini memperkuat optimisme pelaku pasar bahwa harga batu bara global masih memiliki peluang bertahan di jalur penguatan, meski tetap dibayangi kehati-hatian akibat faktor musiman dan dinamika pasokan global.

