Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ikut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan ke Jepang, untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara. Kunjungan ini datang di tengah dinamika global yang semakin kompleks, membuka peluang lahirnya kolaborasi konkret di sektor investasi, energi, kelautan, hingga digital.
Hadirnya Bahlil menegaskan bahwa sektor energi menjadi agenda utama dalam pembahasan bilateral. Menurut Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, kerja sama energi dengan Jepang memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
“Menteri ESDM ikut dalam penerbangan, mendampingi Presiden Prabowo ke Jepang. Ada beberapa kerja sama yang dibahas, salah satunya di sektor energi, khususnya pengembangan energi bersih yang berkelanjutan,” ujar Anggia.
Bahlil memegang peran kunci untuk memastikan setiap peluang di sektor energi dapat diterjemahkan menjadi kesepakatan konkret yang memberi manfaat bagi Indonesia.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa lawatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara. Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Kaisar Jepang Naruhito serta melakukan pertemuan bilateral dengan pemerintah Jepang di Tokyo.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk investasi, energi, kelautan, dan digital,” jelas Teddy.
Rangkaian lawatan ini menunjukkan diplomasi aktif Indonesia di Asia Timur, sekaligus menegaskan posisi strategis negara dalam pengembangan energi bersih dan investasi masa depan. Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Jepang adalah Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi internasional, sekaligus memastikan sektor energi nasional mendapatkan dukungan teknologi dan investasi yang konkret dari mitra strategis.




