Pemulihan ketenagalistrikan di Provinsi Aceh terus dikebut pascabencana hidrometeorologi. Kabar baiknya, pasokan listrik di tiga rumah sakit rujukan yang sempat terdampak kini telah kembali normal dan siap melayani masyarakat.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan listrik di RSUD Muyang Kute (Kabupaten Bener Meriah), RSUD Datu Beru (Aceh Tengah), dan RSUD Muda Sedia (Aceh Tamiang) sudah menyala penuh.
“Alhamdulillah, pasokan listrik 3 RS yang terkena dampak bencana di Aceh telah normal kembali. Hal ini penting mengingat RS adalah salah satu fasilitas paling vital dalam masa pemulihan pascabencana,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot di Jakarta.
Tak hanya tiga rumah sakit tersebut, seluruh pasokan listrik RS di Kabupaten Aceh Tamiang, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah kini sudah menyala 100 persen. Sistem kelistrikan telah kembali menggunakan jaringan 20 kilo Volt (kV), sehingga rumah sakit tidak lagi bergantung pada genset untuk penerangan maupun operasional alat kesehatan.
Upaya pemulihan ini dilakukan secara intensif oleh Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) agar aktivitas masyarakat Aceh bisa kembali berjalan normal. Seluruh menara darurat Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang menghubungkan jalur Bireuen–Peusangan dan Bireuen–Arun pun telah rampung dibangun.
Sebagai bentuk keseriusan dalam penanganan bencana, Kementerian ESDM juga menurunkan Tim ESDM Siaga Bencana. Tim ini terdiri dari tenaga kesehatan, tim pencarian dan evakuasi korban, serta dukungan alat berat yang terus disiagakan di lapangan untuk mempercepat pemulihan dan distribusi logistik.
Tak berhenti di situ, bantuan logistik dari Kementerian ESDM juga segera diterbangkan ke wilayah terdampak. Seluruh bantuan dimobilisasi melalui Lanud Halim Perdanakusuma dan Bandara Soekarno-Hatta, sebelum didistribusikan ke lokasi bencana sesuai arahan BNPB.
Bantuan yang dikirim meliputi makanan siap saji, minyak goreng, susu, beras, popok, pembalut, selimut, tenda, masker, obat-obatan, vitamin, hingga kompor dan tabung LPG.
“Bantuan akan dimasukkan ke pesawat kargo hari ini menuju tiga bandara, yaitu Lhokseumawe, Sibolga (Pinangsori), dan Bandara Minangkabau,” tutup Yuliot.
Dengan pulihnya pasokan listrik dan terus mengalirnya bantuan logistik, pemerintah berharap proses pemulihan Aceh bisa berjalan lebih cepat dan masyarakat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

