Indonesia makin menunjukkan taringnya di panggung energi global. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memanfaatkan forum Indo-Pacific Energy Ministerial & Business Forum (IPEM) di Tokyo, untuk menguatkan kerja sama energi internasional dan memperkuat ketahanan energi nasional.
“Di tengah ketidakpastian pasokan energi dunia, kita perlu kolaborasi yang saling mengangkat, bukan menjatuhkan,” ujar Bahlil di hadapan para delegasi IPEM.
Diplomasi energi Bahlil berbuah konkret. Indonesia dan Jepang menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) di dua bidang strategis: mineral kritis dan energi nuklir. Langkah ini diyakini bakal memperkuat rantai pasok energi masa depan dan mendukung pengembangan teknologi energi bersih di kawasan Asia-Pasifik.
“Kami sangat terbuka dan senang mengajak pemerintah Jepang dan pengusaha Jepang untuk mengelola bersama mineral kritis di Indonesia,” ujar Bahlil saat pertemuan bilateral.
Tak berhenti di Jepang, Indonesia juga memperkuat kerja sama di kawasan ASEAN. Bertemu dengan Minister for Manpower sekaligus penanggung jawab energi Singapura, Tan See Leng, Bahlil membahas pengembangan Kepulauan Riau sebagai hub industri teknologi hijau.
“Kawasan industri hampir final, dan kami sedang meng-clear-kan rencana pembangunan di Kepri. Ini jadi kemajuan besar,” tambahnya.
Kerja sama energi juga dijalin dengan Brunei Darussalam, lewat diskusi bersama Deputy Minister (Energy), Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi, membahas penguatan pasokan minyak dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Selain itu, kolaborasi dengan Amerika Serikat tercatat melalui kesepakatan PT Geo Dipa Energi dan Lilac Solutions untuk teknologi ekstraksi lithium dari geothermal brine. Proyek ini menunjukkan integrasi energi panas bumi dengan mineral strategis, mendukung rantai pasok baterai global dan ekosistem energi bersih.
Bahlil menegaskan, strategi diplomasi aktif ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis dunia dalam menjaga stabilitas energi global sekaligus menjadi pusat pertumbuhan energi bersih dan industri hijau.
“Pendekatan berbasis kepentingan nasional ini memastikan Indonesia tidak hanya mengamankan pasokan energi, tapi juga menjadi pemain utama di era energi bersih global,” tutup Bahlil.




