Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Badan Geologi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyempatkan diri menyapa dan berdialog langsung dengan para pengamat gunung api di berbagai daerah di Indonesia. Dialog tersebut dilakukan melalui konferensi video dari Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Bandung.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Bahlil menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pengamat gunung api yang tetap siaga, baik di hari kerja maupun hari libur, demi menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lereng gunung.
Salah satu dialog berlangsung dengan pengamat Gunung Api Semeru. Bahlil menanyakan kondisi terkini gunung tersebut yang sebelumnya dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas.
“Bagaimana kondisi Gunung Api Semeru yang kemarin aktif? Coba ceritakan kondisinya sekarang, apakah gempanya masih terus berlangsung,” tanya Bahlil melalui konferensi video.
Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Mukdas, pengamat Gunung Api Semeru.
“Gempa letusan terjadi rata-rata satu jam empat kali,” jawabnya.
Percakapan serupa juga dilakukan dengan pengamat gunung api dari Nusa Tenggara Timur. Bahlil meminta laporan terkini mengenai aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki.
“NTT mana? Silakan kasih laporan aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki,” ujar Bahlil.
Menanggapi permintaan tersebut, Herman, salah satu pengamat, menyampaikan kondisi terkini gunung api tersebut.
“Aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki berada pada Level III atau Status Siaga. Secara visual masih terlihat hembusan asap sedang sampai tebal dengan tinggi kurang lebih 50 sampai 100 meter di atas puncak. Sementara untuk kegempaannya masih didominasi oleh gempa tremor non-harmonik,” jelas Herman.
Mendengar laporan itu, Bahlil memberi respons singkat namun penuh semangat.
“Bagus. Kamu kerja baik-baik. Selamat Natal,” ucapnya.
Meski interaksi dilakukan melalui layar, suasana dialog tetap terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Bahlil menegaskan bahwa peran pengamat gunung api sangat vital sebagai ujung tombak mitigasi bencana di Indonesia.
“Anda semua adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja dalam kesunyian. Saat masyarakat tertidur lelap, mata Anda tetap terjaga memantau setiap denyut aktivitas bumi. Negara sangat berterima kasih atas dedikasi ini,” kata Bahlil dengan nada bangga.

