JAKARTA, 30/3 - KENAIKAN TDL. Pemandangan gedung bertingkat terlihat dari Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (30/3). Pemerintah akan menaikan tarif dasar listrik (TDL) periode kedua per 1 April dengan kenaikan sebesar 4,3 persen untuk menghemat anggaran subsidi listrik. FOTO ANTARA/Zabur Karuru/ama/13
Masyarakat kini bisa bernapas lega jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tarif listrik Triwulan II (April-Juni) 2026 tetap aman dan tidak naik. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang masih dinamis.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menyampaikan bahwa keputusan ini dibuat setelah mempertimbangkan ketentuan yang berlaku sekaligus kondisi ekonomi masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena tarif listrik periode Triwulan II tahun 2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Hari Raya Idulfitri, setelah mempertimbangkan berbagai parameter ekonomi makro. Kami juga mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara efisien dan bijak, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Tri.
Penetapan tarif listrik mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, yang menekankan evaluasi setiap tiga bulan bagi pelanggan non-subsidi. Parameter ekonomi makro yang diperhitungkan meliputi:
- Nilai tukar rupiah terhadap USD
- Harga Rata-Rata Minyak Mentah Indonesia (ICP)
- Inflasi
- Harga Batubara Acuan (HBA)
Untuk Triwulan II 2026, perhitungannya menggunakan data periode November 2025 – Januari 2026:
- Kurs: Rp16.743,46 per USD
- ICP: USD 62,78 per barel
- Inflasi: 0,22%
- HBA: USD 70 per ton
Meskipun formula tarif menunjukkan potensi perubahan, pemerintah memutuskan tidak ada kenaikan tarif untuk menjaga daya saing industri, daya beli masyarakat, dan stabilitas ekonomi nasional. Keputusan serupa juga berlaku untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi.
Selain menetapkan tarif stabil, ESDM mendorong PT PLN (Persero) untuk menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan, serta mengoptimalkan efisiensi operasional. Langkah ini diambil agar penyediaan listrik tetap andal dan berkelanjutan, terutama menjelang periode libur lebaran yang biasanya menjadi puncak konsumsi listrik.
“Tarif listrik tetap, pasokan terjaga, masyarakat bisa mudik dan merayakan Idulfitri dengan tenang,” tutup Tri.




