Pemulihan listrik pascabencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra terus menunjukkan progres signifikan. Kementerian ESDM melalui Tim ESDM Siaga Bencana melaporkan bahwa Sumatra Barat telah pulih 100 persen, mengikuti arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat meninjau lokasi terdampak pada Rabu (3/12).
Menurut Rudy Sufahriadi, Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, seluruh infrastruktur kelistrikan Sumatra Barat yang terdampak, mulai dari 74 penyulang hingga 2.302 gardu distribusi, kini telah kembali normal, melayani 270.148 pelanggan. Pemulihan ini memastikan beban daya sebesar 42 MW dapat tersalur dengan aman ke rumah-rumah warga di wilayah terdampak, termasuk daerah krusial seperti Palembayan dan Sicincin.
“Sesuai arahan Bapak Bahlil, listrik harus segera menyala demi keamanan dan kenyamanan warga. Berkat kerja keras tim teknis gabungan, Sumbar kini terang benderang kembali,” ujar Rudy, Sabtu (6/12).
Sementara itu, Aceh dan Sumatra Utara masih dalam percepatan pemulihan. Di Aceh, sebanyak 177 dari 317 penyulang (56%) telah menyala, 9.401 dari 14.741 gardu (64%) kembali beroperasi, dan 974.669 dari 1.512.029 pelanggan (65%) sudah teraliri listrik. Pembangunan tower emergency SUTT Bireuen-Arun telah mencapai 87 persen, sementara SUTT Bireuen-Peusangan 85 persen.
Di Sumatra Utara, pemulihan hampir tuntas: semua 103 penyulang telah beroperasi, 4.436 dari 4.537 gardu distribusi (98%) pulih, dan 260,79 MW dari 264,13 MW beban terdampak sudah tersalurkan ke 534.475 pelanggan atau 98 persen dari total pelanggan terdampak. Dengan rampungnya tower emergency SUTT Tarutung-Sibolga, wilayah Sibolga kini kembali terang sepenuhnya.
Dengan pemulihan Sumbar 100% dan percepatan signifikan di Aceh dan Sumut, Kementerian ESDM memastikan seluruh sumber daya terus dimobilisasi hingga sistem kelistrikan di seluruh Sumatra kembali normal sepenuhnya.
“Kami sadar listrik sangat penting, terutama pascabencana. Tim kami terus bekerja secepat mungkin untuk menyelesaikan perbaikan tower di Aceh agar suplai daya bisa normal kembali,” pungkas Rudy.

