Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan peran penting Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dalam menjaga kedaulatan energi nasional. Hal ini disampaikan saat ia melantik Ketua dan Anggota Komite BPH Migas di Kantor Kementerian ESDM.
Dalam arahannya, Bahlil memberi penekanan tajam pada dua hal utama: pengawasan BBM bersubsidi dan efisiensi tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa (toll fee).
“Saya minta khusus untuk BPH Migas ini mengenai dua hal: BBM bersubsidi dan tol fee. Kita harus mampu melakukan efisiensi, karena salah satu alasan kenapa gas kita mahal adalah tol fee yang terlalu tinggi,” tegas Bahlil.
Disentil Soal Tol Fee, BPH Migas Diminta Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Bahlil tak ingin biaya pengangkutan gas yang tinggi justru jadi batu sandungan bagi pertumbuhan industri. Ia meminta BPH Migas melakukan evaluasi komprehensif terhadap struktur biaya tol fee, terutama untuk proyek yang sudah mencapai break even point (BEP).
“Kalau sudah BEP, jangan lagi dibuat mahal-mahal. Yang sudah efisien lanjutkan, yang belum, segera perbaiki,” ujarnya.
Menurut Bahlil, tol fee yang lebih murah akan menggairahkan industri, mempercepat hilirisasi, dan meningkatkan investasi di sektor energi berbasis gas. “Kalau biaya logistik turun, industri makin hidup, daya saing produk dalam negeri juga naik,” tambahnya.
Fokus Natal dan Tahun Baru: BBM di Daerah 3T Harus Aman
Selain soal efisiensi, Bahlil juga menyoroti pentingnya ketersediaan BBM menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
“Kita harus pastikan BBM cukup dan adil. Jangan sampai di daerah 3T susah dapat BBM, sementara di Jawa aman-aman saja,” ujarnya mengingatkan.
Bahlil menegaskan perlunya pembentukan tim pengawasan khusus untuk memastikan pasokan BBM berjalan lancar dan menghindari potensi kelangkaan di momen libur panjang akhir tahun.
Dorong Ketahanan Energi Nasional
Pelantikan Komite BPH Migas ini diharapkan memperkuat fungsi pengawasan sektor hilir migas, memastikan energi terdistribusi secara adil, dan mendukung ketahanan energi nasional yang efisien serta berkeadilan.
Dengan arahan tegas dari Bahlil, BPH Migas kini dihadapkan pada tugas besar: menjaga BBM rakyat, menurunkan biaya gas, dan memastikan energi Indonesia makin merata dan berdaya saing.

