Masyarakat bisa bernapas lebih lega jelang Hari Raya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga, termasuk pasokan BBM, LPG, dan listrik, meski kondisi geopolitik global masih dinamis.
Dalam keterangan pers di Jakarta, Bahlil menyampaikan ada indikasi positif dari jalur distribusi energi global, khususnya Selat Hormuz.
“Kita sedikit mendapat angin segar, dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup-buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang terjadi komunikasi. Ini sebenarnya perkembangan positif,” ujar Bahlil.
Di dalam negeri, Kementerian ESDM bersama badan usaha terkait terus memantau stok energi secara harian. Untuk kelistrikan dan bahan bakar rumah tangga, pasokan dipastikan aman dan terkendali, sesuai standar minimal nasional.
“Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia semua dalam keadaan aman, sesuai standar minimal stok nasional. Untuk LPG, akhir bulan ini juga ada pasokan masuk. Batu bara untuk PLN juga cukup, rata-rata 14-15 hari, sesuai standar nasional,” jelas Bahlil.
Menteri ESDM juga menepis kekhawatiran masyarakat soal potensi kenaikan harga BBM subsidi. Ia menekankan pemerintah memiliki skema perhitungan sendiri dan berkomitmen menjaga daya beli masyarakat pasca-Hari Raya.
“Subsidi BBM tetap berada dalam kendali pemerintah setidaknya hingga masa Hari Raya berakhir. Tugas pemerintah adalah menyelesaikan masalah rakyat, bukan menghindarinya. Kita sama-sama menyelesaikan,” tegas Bahlil.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga energi nasional di tengah fluktuasi harga minyak dunia, memastikan masyarakat tidak terbebani secara ekonomi dan pasokan energi tetap lancar selama momen Hari Raya.




