Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan capaian kinerja sektor energi sepanjang tahun 2025 dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (8/1). Di tengah fluktuasi harga komoditas global yang penuh tantangan, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian ESDM tercatat mencapai Rp138,37 triliun, melampaui target yang ditetapkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 sebesar Rp127,44 triliun.
Dengan capaian tersebut, realisasi PNBP sektor ESDM mencapai 108,56 persen dari target yang telah ditetapkan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Kementerian ESDM.
“Pencapaian target dari PNBP yang tercatat di Kementerian ESDM itu mencapai 108,56 persen, melampaui target. Dan ini saya harus jujur mengatakan bahwa ini kerja tim, kerja-kerja yang membutuhkan inovasi, konsentrasi, dan totalitas. Kenapa ini kita harus lakukan? Karena negara membutuhkan dana untuk bagaimana bisa membiayai program-program kerakyatan,” ujar Bahlil.
Keberhasilan melampaui target tersebut didorong oleh kontribusi signifikan dari sejumlah subsektor. PNBP dari sektor Sumber Daya Alam (SDA) Mineral dan Batubara (Minerba) tercatat mencapai 104,38 persen dari target, SDA Panas Bumi sebesar 103,4 persen, serta PNBP sektor lainnya yang melonjak hingga 311,05 persen. Bahlil mengapresiasi kinerja seluruh pegawai Kementerian ESDM atas capaian tersebut, terutama di tengah kondisi harga batubara dan sejumlah komoditas lain yang kurang bergairah sepanjang 2025.
Sementara itu, untuk subsektor minyak dan gas bumi (migas), realisasi PNBP SDA Migas yang dicatatkan melalui Kementerian Keuangan mencapai Rp105,04 triliun atau 83,7 persen dari target Rp125,46 triliun. Menurut Bahlil, belum tercapainya target PNBP migas tersebut disebabkan oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang berada di bawah asumsi makro APBN 2025.
“Saya harus menyampaikan bahwa di dalam asumsi makro APBN kita, harga ICP itu USD82 per barel. Namun kenyataannya rata-rata sejak Januari sampai 31 Desember, harga minyak dunia hanya sekitar USD68 per barel,” tandasnya.
Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa kinerja sektor migas tetap menunjukkan tren positif. Rata-rata lifting minyak bumi nasional sepanjang 2025 tercatat mencapai 605,3 ribu barel per hari (MBOPD) atau 100,05 persen dari target APBN. Capaian ini menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya dalam sekitar sepuluh tahun terakhir, lifting minyak nasional kembali mencapai target APBN.

