Raut haru tak terbendung di wajah warga Desa Hilisebua, Kabupaten Nias. Rumah-rumah yang selama bertahun-tahun hanya diterangi pelita dan lilin, kini mulai bercahaya oleh aliran listrik. Bagi masyarakat kurang mampu, kehadiran listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan mimpi panjang yang akhirnya terwujud.
Salah satu warga, Sugi (59), mengaku tak pernah membayangkan rumahnya bisa terang benderang seperti sekarang. Dengan suara bergetar penuh syukur, ia menyampaikan terima kasih atas hadirnya Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di desanya.
“Kami sangat berterima kasih. Listrik ini memang sangat kami butuhkan. Bantuan ini adalah kebaikan yang luar biasa bagi kami rakyat kecil,” ujar Sugi usai acara penyalaan listrik.
Momen bahagia tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot, yang turun langsung meninjau penyambungan BPBL di Desa Hilisebua, Kecamatan Sogae’adu.
Kehadiran Wapres di tengah masyarakat menjadi simbol kuat komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan pembangunan dan pemenuhan layanan dasar, khususnya akses listrik di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Wapres Gibran menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kehadiran saya di desa ini untuk memastikan komitmen tersebut berjalan. Listrik harus benar-benar dirasakan manfaatnya, baik untuk aktivitas rumah tangga, pendidikan anak-anak, maupun rasa aman dan nyaman warga. Pemerintah akan terus berupaya memastikan listrik tersedia di seluruh pelosok negeri,” tegas Gibran.
Senada, Wamen ESDM Yuliot menyebut BPBL sebagai wujud nyata keadilan sosial dan amanat undang-undang, agar masyarakat kurang mampu bisa menikmati akses energi secara layak.
“Melalui BPBL, masyarakat tidak mampu dapat memperoleh sambungan listrik tanpa dipungut biaya apa pun. Harapannya, taraf hidup meningkat dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman di malam hari,” jelas Yuliot.
Pada tahun 2025, penerima manfaat BPBL di Kabupaten Nias mencapai 467 rumah tangga, dari total 3.500 sambungan rumah tangga se-Provinsi Sumatera Utara. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni 46 rumah tangga pada 2022, 65 rumah tangga pada 2023, dan 30 rumah tangga pada 2024.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, penerima BPBL 2025 di Kabupaten Nias tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Bawolato (143 rumah tangga), Gido (108), Idanogawo (82), Botomuzoi (31), Hiliserangkai (34), Hiliduho (24), Ma’u (35), Sogae’adu (9), dan Ulugawo (1 rumah tangga).
Dengan jumlah tersebut, Kabupaten Nias menjadi daerah penerima BPBL terbanyak kedua di Sumatera Utara, setelah Kabupaten Tapanuli Utara dengan 1.292 penerima.
Sementara itu, Bupati Nias Ya’atulo Gulo menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. Ia mengakui masih ada desa yang belum teraliri listrik secara menyeluruh, namun program BPBL telah membawa perubahan nyata.
“Kami yakin program ini akan terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Nias dan mempercepat pemerataan akses listrik,” pungkasnya.

