Indonesia semakin serius dalam upaya penanggulangan perubahan iklim global. Pemerintah menargetkan Net Zero Emission (netralitas karbon) pada 2060 atau lebih cepat, dengan energi ramah lingkungan menjadi kunci, termasuk tenaga nuklir.
“Energi nuklir merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam transisi energi global. Strategi nasional kita berfokus pada pemanfaatan nuklir untuk menyeimbangkan bauran energi dan mencapai target dekarbonisasi,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot di acara The 10th Asia Nuclear Business Platform 2025 di Jakarta.
Menurut Yuliot, Kementerian ESDM telah menyiapkan strategi transisi energi yang meliputi:
- Pembakaran bersama biomassa
- Peralihan bahan bakar
- Peningkatan efisiensi energi
- Moratorium pembangunan PLTU batubara
- Pengembangan energi terbarukan, hidrogen hijau, amonia, dan tenaga nuklir
- Penguatan infrastruktur transmisi dan penerapan jaringan pintar
“Rencana Induk Kelistrikan Nasional dan Rencana Bisnis Penyediaan Listrik PLN menegaskan bahwa pemanfaatan nuklir wajib untuk menyeimbangkan bauran energi sesuai PP No. 40/2025,” tambah Yuliot.
Di tingkat Asia Tenggara, nuklir kembali menjadi opsi strategis. Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam yang menyumbang 89% permintaan energi di kawasan ini, tengah aktif mengeksplorasi nuklir, termasuk teknologi Reaktor Modular Kecil (SMR) dan reaktor canggih lainnya.
Kolaborasi regional ini fokus pada:
- Pengembangan kapasitas SDM
- Pertukaran informasi
- Pembentukan kerangka hukum dan regulasi untuk keselamatan nuklir
Pemerintah Indonesia menargetkan kapasitas nuklir sebesar 35 GW pada 2060, dengan implementasi awal dimulai pada RUPTL 2025-2034. Target penambahan kapasitas nuklir awal adalah 0,5 GW (500 MW), dengan 250 MW dialokasikan untuk Sumatera dan 250 MW untuk Kalimantan, yang direncanakan mulai beroperasi pada 2032-2033.
Langkah ini menunjukkan pergeseran strategis Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada PLTU batubara sekaligus mendukung dekarbonisasi jangka panjang dan transisi energi bersih di skala nasional.

