Pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat melalui Tim ESDM Siaga Bencana untuk memulihkan jaringan listrik yang terdampak.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, menyampaikan bahwa proses normalisasi listrik berlangsung secara bertahap dan terus dipantau.
“Untuk Provinsi Aceh, sebanyak 759.173 pelanggan atau 52% dari total 1.471.201 pelanggan terdampak sudah kembali menikmati aliran listrik,” ujar Rudy di Jakarta.
Di Aceh, sebanyak 134 dari 300 penyulang listrik telah dinyalakan kembali, dengan 52% gardu distribusi beroperasi. Dari total beban listrik yang sempat padam sebesar 358,8 MW, 162,87 MW atau 45% kini sudah pulih.
Sementara itu, di Sumatra Utara, pemulihan berjalan lebih cepat. Dari 103 penyulang terdampak, 96 penyulang (93%) sudah menyala. Dari 4.537 gardu distribusi yang padam, 3.778 gardu (83%) kembali beroperasi. Beban listrik yang terdampak sebesar 264,13 MW, 247,33 MW (94%) telah kembali normal. Di wilayah Sibolga – Tapanuli Tengah dan sekitarnya, sebanyak 87% pelanggan listrik sudah menikmati pasokan listrik dari total 544.048 pelanggan terdampak.
Untuk Sumatra Barat, pemulihan hampir sempurna. Dari 74 penyulang terdampak, semuanya sudah kembali menyala (100%). Dari 2.302 gardu distribusi, 2.284 gardu (99%) sudah beroperasi. Beban listrik terdampak 42 MW, dengan 40,9 MW (97%) telah kembali pulih. Dari 270.148 pelanggan terdampak, 268.883 pelanggan (99%) kini sudah menikmati listrik normal.
Rudy menekankan, PLN terus bekerja tanpa henti agar seluruh masyarakat terdampak bencana bisa kembali mendapatkan energi listrik dengan cepat, sekaligus memastikan pemulihan berjalan aman dan efisien.

