Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, untuk meninjau langsung infrastruktur ketenagalistrikan yang rusak akibat banjir dan longsor. Kunjungan ini bertujuan memastikan percepatan pemulihan pasokan listrik serta penanganan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Dalam agenda lapangan tersebut, Bahlil meninjau titik tower transmisi pada jalur Bireuen–Arun yang mengalami kerusakan berat. Kepada jajaran teknis PLN, Menteri menginstruksikan percepatan perbaikan agar suplai listrik ke berbagai wilayah Aceh segera pulih.
“Sekarang waktunya kita kerja untuk Ibu Pertiwi. Saya tahu ini medannya tidak gampang. Tetapi anggap saja ini adalah panggilan untuk mengabdi kepada negara dan mengurus rakyat,” ujar Bahlil di Bireuen.
Percepatan Penanganan Infrastruktur Energi
Usai meninjau tower terdampak, Bahlil melanjutkan pengecekan ke lokasi material Tower Emergency (TE), menyaksikan langsung proses evakuasi dan mobilisasi logistik perbaikan. Optimalisasi pemasangan tower emergency menjadi kunci percepatan pemulihan jalur transmisi Bireuen–Arun.
Bahlil turut didampingi Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama PLN, dan Dirjen Ketenagalistrikan, untuk memastikan seluruh hambatan penanganan teknis di lapangan dapat terselesaikan dengan cepat.
“Listrik dan BBM adalah persoalan paling vital. Karena itu saya datang langsung untuk memastikan apa yang harus dilakukan secara cepat,” tegasnya.
Tinjau Pengungsian dan Salurkan Bantuan
Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, Bahlil juga menyambangi posko bantuan dan tempat pengungsian di wilayah terdampak banjir. Ia menyerahkan bantuan serta memeriksa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah, kata Bahlil, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan aman.
Pemulihan Listrik Dikebut, Target Selesai 5–6 Desember
PLN mulai memasang tower listrik emergency untuk memulihkan pasokan dari pembangkit Arun dan Naganraya. Tower darurat ini dapat dibangun hanya dalam dua hari, dilanjutkan penyambungan kabel listrik yang rusak. Pemulihan total pasokan listrik di Banda Aceh dan Aceh bagian barat ditargetkan paling cepat Jumat (5/12) atau Sabtu (6/12).
Data PLN mencatat:
- 12 tower transmisi pada beberapa jalur SUTT 150 kV mengalami kerusakan
- Wilayah terdampak meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil
Perkembangan pemulihan hingga hari ini:
| Indikator | Total | Pulih | Persentase |
| Penyulang padam | 263 | 153 | 58,2% |
| Gardu distribusi | 9.669 | 6.844 | 70,8% |
| Beban listrik | — | 173,05 MW | 69,8% |
| Pelanggan normal kembali | — | 727.735 | 69,7% |
Relaksasi Aturan Pembelian BBM untuk Wilayah Terdampak
Untuk mengatasi antrean BBM, Bahlil memastikan Kementerian ESDM melakukan relaksasi regulasi pembelian. Selama masa bencana, masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak diwajibkan menggunakan barcode saat membeli BBM di SPBU.
Sementara distribusi BBM dilakukan dengan skema darurat:
- Pengiriman via laut dan udara menggunakan drum
- Mobilisasi jeriken dari Jakarta ke Aceh
- Koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk pemulihan jalur darat
“BBM tersedia, tetapi distribusi terhambat karena banyak jalan terputus. Karena itu kita kirim lewat laut dan udara sambil membuka akses darat bersama Kementerian PU,” jelas Bahlil.
Imbauan Pemerintah
Kementerian ESDM mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi resmi pemerintah. Pemerintah berkomitmen mempercepat pemulihan agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh segera kembali normal.

